Sehat dengan Senyuman

April 1, 2011 in Uncategorized by anna_nurjanah

Dan Tersenyumlah!

Seorang dokter bijaksana menyesali keadaan : “Dunia sekarang adalah dunia yang berbeda. Kesedihan, bencana, dan kejahatan menimbulkan kegetiran dalam diri…ketidakpatuhan dan pemberontakan meningkat…pengaruh-pengaruh jahat merasuk sejak matahari terbit hingga larut malam…semua itu mengganggu pikiran dan menurunkan kecerdasan, serta merusakkan otot dan tubuh manusia.”

Walaupun penulis ini hidup 4.600 tahun yang lalu di Cina, pengamatannya tampak modern. Manusia acapkali dirundung stress dan acapkali merindukan masa-masa lalu yang penuh kedamaian. Bagaimanapun, dalam setiap generasi, kompleksitas dan stress selalu hadir dalam kehidupan kita. Kehadiran stress mental sebagai bagian dari kehidupan modern telah menjadi pokok bahasan sejumlah buku, yang sebagian besar menekankan pada psikologi stress.

Namun pandangan agama Islam menuntut kita mengembangakn sikap ketenangan, sadar diri, dan senantiasa terkendali dalam menghadapi setiap persolan. Jika semua masalah kita hadapi dengan sikap seperti ini kita akan menemukan kebaikan-kebaikan di tiap masalah itu. Bahkan kita juga pada gilirannya akan terhindar dari risiko-risiko buruk yang mungkin akan terjadi.

Rasulullah Saw bersabda :

“Sesungguhnya Allah itu tenang. Dia mencintai ketenangan dan Dia memberi di atas ketenangan apa yang tidak Dia berikan di atas kekerasan (ketergesa-gesaan) dan tidak pula di atas segala sesuatu yang lain selain ketenangan.” (H.R. Muslim)

Dan sesungguhnya banyak situasi yang tidak menyenangkan bisa diperbaiki hanya dengan mengubah cara berpikir kita yang biasa. Hal ini benar, walaupun situasi ini sendiri masih tetap sama. Ketika kita merasa tertekan dan frustasi, pikiran kita yang pertama biasanya mencari seseorang untuk menolong kita keluar dari tekanan jiwa dan frustasi. Kita berharap sekeras-kerasnya agar diberi tahu metode “bagaimana caranya” yang akan mendatangkan pembebasan dengan segera, atau agar seseorang bisa mengatakankepada kita pelengkap ramuan yang bisa ditambahkan ke dalam hidup kita untuk membuatnya lebih bisa ditahankan.

Yang benar adalah bahwa tidak ada seorang pun, tidak peduli betapa ahlinya dia, yang bisa banyak menolong kecuali kalau kita bersedia menolong diri kita sendiri. Bahwa Allah SWT menegaskan dalam salah satu ayat-Nya bahwa Dia tidak akan menolong suatu kaum kecuali apabila kaum itu mau menolong diri mereka sendiri.

Kita biasanya akan mendapatkan bahwa apa pun yang kita perlukan untuk memecahkan masalah akan ditemukan dalam diri sendiri, sampai pada suatu batas ketika kita bisa bergantung pada diri sendiri dan punya kepercayaan diri. Walau pernyataan ini bukan untuk mengatakan bahwa kita tidak membutuhkan pertolongan siapapun.

Dan tertawa merupakan obat dari kecemasan dan stress yang mendera. Dalam senyuman terdapat kekuatan yang menakjubkan untuk menggembirakan jiwa dan menyenangkan hati, sehingga Abu Darda’berkata :

“Sesungguhnya aku akan tertawa hingga hatiku merasa terhibur. Manusia yang paling mulia Rasulullah Saw juga pernah sesekali tertawa, sehingga tampak gigi taring beliau.”

Tertawa seperti ini merupakan jenis tertawa orang-orang yang berakal dan cerdas, yang akan berefek positif bagi jiwa dan menjadi penawar.Tertawa merupakan puncak keceriaan, kelegaan, dan keriangan, asalkan tidak berlebihan, dengan sewajarnya.

Perangilah stress dengan selalu tersenyum. Sesungguhnya kesempatan itu terbentang luas bagi kita semua. Artinya, kita akan selalu memiliki kesempatan untuk meraih kesuksesan dalam hidup. Oleh karena itu, biasakanlah pikiran kita untuk selalu optimis dan yankin akan masa depan yang lebih baik.

Jika kita yakin kita hanya dapat kesempatan kecil maka kesempatan kecillah yang akan kita raih. Tapi, jika kita yakin bahwa kita mampu melakukan hal-hal yang besar, maka kita akan dapat melakukan hal-hal yang lebih besar dari apa yang kita bayangkan. Begitu pula, jika kita yakin kita dapat menyelesaikan setiap masalah yang kita hadapi, maka bukan hanya penyelesaian masalah yang kita dapat namun juga manfaatnya.

Melihat persoalan dengan tersenyum adalah lebih baik daripada dihadapi dengan ketidakoptimisan dan pikiran kusut. Jiwa yang senantiasa tersenyum akan melihat kesulitan dengan nyaman sambil berusaha mengatasinya. Tersenyumlah saat persoalan itu hadir, atasilah dengan senyum dan tersenyumlah saat semuanya telah bisa diatasi.Tersenyumlah, selagi hayat masih dikandung badan, selama kita masih hidup!

Diposting oleh indari mastuti di 30.8.05

http://indari.blogspot.com/2005/08/artikel-remaja-dan-tersenyumlah.html

by admin

PAUD WORKSHOP AND EXPO “KESADARAN LINGKUNGAN”

June 21, 2010 in Kegiatan by admin

Budi Afrias

Rabu lalu (16/6) Jurusan Pendidikan Anak Usia Dini – Fakultas Psikologi dan Pendidikan mengadakan pemeran karya Mahasiswa PAUD. Pameran ini merupakan hasil dari mata kuliah Kesenian yang diajarkan oleh Dra. Agustiawati, M. Phill SNE. Dalam pameran ini terdapat berbagai karya dari mahasiswa PAUD angkatan 2008. Beberapa karya yang dipamerkan ada yang dijual seperti alat tulis, tas, pernak-pernik, gambar, hiasan dinding dan lain sebagainya. Selain pameran, juga diadakan workshop melukis di atas kain blacu yang dan bisa langsung dipraktekkan di tempat. Acara yang diketuai oleh Dinda Nurul Inayanti ini berlangsung selama tiga hari, dari hari rabu (16/6) sampai hari Jumat (18/6) dan acara ini sudah berlangsung tiga kali dalam tiga tahun terakhir. (AF) Read the rest of this entry →

by admin

Pelatihan Pengisian konten untuk website UAI

June 17, 2010 in Pelatihan by admin

Pada Hari kamis tanggal 17 juni 2010 diadakan pelatihan pengisian konten untuk website UAI, dengan peserta dari Biro PMB, Biro Promosi dan Biro Akademik.

Materi yang disampaikan adalah cara pengisian konten melalui halaman administrator. Insya Alloh pelatihan pengisian konten juga akan diadakan untuk bagian-bagian lain, seperti staf-staf di Sekretariat fakultas-fakultas.

by admin

Presiden Membentuk KEN dan KIN

June 17, 2010 in UAI by admin

JAKARTA, KOMPAS.com — Selain Komite Ekonomi Nasional (KEN), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga membentuk Komite Inovasi Nasional (KIN). KIN terbentuk berdasarkan Perpres Nomor 32 Tahun 2010.

KIN mempunyai tiga tugas. Pertama, membantu Presiden dalam rangka memperkuat sistem inovasi nasional dan mengembangkan budaya inovasi nasional.

Kedua, memberi masukan dan pertimbangan mengenai prioritas program dan rencana aksi termasuk alokasi pembiayaan dan fasilitas untuk penguatan sistem inovasi nasional yang menghasilkan produk inovatif.

Ketiga, memantau dan mengevaluasi pelaksanaan kebijakan dan program penguatan sistem inovasi nasional.

Inovasi nasional itu meliputi bidang ketahanan pangan, ketahanan energi, bioteknologi, industri manufaktur, transportasi dan industri pertahanan, teknologi pemrosesan pertanian dan pemrosesan ikan laut dalam, serta manajemen alam serta inovasi lainnya.

Susunan pengurus KIN adalah, Ketua: Prof Dr Zuhal (Rektor UAI), Wakil: Rektor IPB, Sekretaris: Freddy Permana Zen. Anggota: Sangkot Marzuki, Sahari Besari, Ninok Leksono, Umar A Jenie, Marzan A Iskandar, Idwan Suhardi, Lukman Hakim, Bustanul Arifin, Amir Sambodo, Rachmat Gobel, Ilham Habibie, Tien Muchtadi, Anton Apriantono, Arief Rahman, Jusman Syafii Djamal, Bambang Kesowo, Betty Setiastuti Alisjahbana, Tri Mumpuni Wiyato, serta Rektor UI, ITB, UGM, Unhas, Syah Kuala, Cendrawasih, Pattimura, dan Udayana. (Kontan/Hans Henricus)

by admin

UAI Tahun 2000 & 2010

May 31, 2010 in UAI by admin

Universitas Al Azhar Indonesia sudah genap berusia 10 tahun, selama itu pula sudah terjadi beberapa perubahan mulai dari gedung sampai kepada civitas akademika dari UAI.

Apa saja yang telah UAI raih selama 10 tahun ini ? dan apa yang akan dilakukan untuk 10 tahun kedepan ?? Read the rest of this entry →

by admin

Hello world!

April 22, 2010 in Uncategorized by admin

Welcome to Blog.uai.ac.id. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!